Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Racun Sianida Bertindak, 'Cinta Kadang-kadang Tak Ada Logika'
SEPERTI Lirik Lagu Agnez Mo: Kadang-kadang Cinta Itu Tak Ada Logika......
Bukannya aku tak tau
Kau sudah ada yang punya
Saat kau bisikan cinta
Ku tau engkau berdusta
Namun ku tak mau mengerti
Selama kau masih bersama ku
Kerana ku suka
Ku buntu
Cinta yang pernah hilang darimu
Cinta ini
Kadang-kadang tak ada logika
Ilusi sebuah hasrat dalam hati
Dan hanya ingin dapat memiliki
Dirimu hanya untuk sesaat
Bukannya aku tak tau
Kau sudah ada yang punya
Kerna saat kau�
Demikianlah lirik lagu yang diciptakan dan dipopulerkan oleh penyanyi Agnez Mo.
Lirik lagu ini mengingatkan kita dengan kasus yang menjerat Nani Aprilliani Nurjaman.
Gara-gara cinta, nekat melancarkan niat jahat kepada orang yang diduga pernah dicintainya, dengan membeli sate dan dicampurkannya dengan racun sianida.
Nani diduga sudah merencanakan mengirimkan sate sianida kepada inisal T yang dikabarkan merupakan anggota polisi.
Diketahui Nani merupakan pegawai di sebuah salon.
Ia memiliki pelanggan, satu di antaranya T.
Nani pernah menjalin hubungan dengan T.
Hingga kemudian T menikah dengan orang lain, Nani merasa sakit hati.
Terlanjur cinta, itu lah yang membuat Nani nekat mengirim sate yan dicampur KCN atau kalium sianida namun salah sasaran.
Nani Aprilliani Nurjaman mengaku menyesal karena aksinya salah sasaran dan menyebabkan orang lain yakni Naba Faiz Prasetya (10) anak dari Bandiman driver ojek online, meninggal.
"Iya adalah omongan sepintas seperti itu (menyesal), cukup goyah ketika terjadi viral di media," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).
Nani mengakui, namun ia gelisah menyebabkan komunikasinya belum baik.
"Ini introvert banget (tersangka) tidak semudah yang anda bayangkan. Jadi awalnya saya mengira sesimpel itu tapi agak tertutup," kata Burkan.
Burkan menjelaskan, bahan kimia dipesan melalui aplikasi online cukup lama.
Setelah datang dicampurkan ke bumbu sate pada hari Minggu (25/4/2021).
"Dari peristiwa ini kami simpulkan bahwa sebenarnya, peristiwa ini sudah dirancang tidak saat itu. Tetapi sudah dirancang beberapa hari maupun beberapa minggu sebelumnya," kata Burkan.
"Karena pemesanan KCN ini sudah dari kira-kira tiga bulan yang lalu," kata Burkan yang dikutip dari TribunnewsBogor.com dari yang berjudul:Selain Sate Sianida, Nani Aprilliani Ternyata Rencanakan Ini Buat Balas Sakit Hati : Dia Ganti Motor
Di sisi lain, aksi yang sudah direncanakan terlihat dari gelagat pelaku.
Diketahui bahwa pelaku berganti motor, memakai jilbab padahal keseharian tidak mengenakan, hingga membuang jaket.
"Dia berganti motor, dia yang tidak biasanya berjilbab hari itu berjilbab. Membuang jaket, jaket yang dipersiapkan," kata dia.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan, T merupakan pelanggan Nani yang bekerja di sebuah salon.
"Bahwa tersangka adalah pegawai sebuah salon dan memiliki beberapa pelanggan," kata Ngadi dalam rilisnya Senin (3/5/2021).
Dijelaskannya dari beberapa pelanggan salon, ada salah satu pelanggan berinisial R yang menyukai tersangka.
Tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan, Nani memilih T.
Namun, setiap Nani dan T memiliki masalah, dia bercerita kepada R.
Kemudian, R menyarankan untuk memberikan pelajaran kepada T yakni memberikan KCN atau kalium sianida yang dicampur dengan makan dikirimkan kepada T.
Menurut R kepada Nani, efeknya hanya muntah dan diaere.
"Akhirnya tersangka pun mengikuti anjuran pelanggan inisial R dengan cara membeli (KCN) secara online," kata Ngadi.
KCN tersebut dicampurkan dalam bumbu makanan sate ayan yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka.
Ketika hendak memberikan makanan tersebut kepada pelanggan berinisial T, tersangka juga mendapatkan anjuran dari R agar dikirimkan melalui ojek online.
Namun, tanpa aplikasi agar tidak diketahui siapa yang mengirim. "Tersangka mengikuti saran tesebut," kata Ngadi.
Beli sianida secara online
Nani Apriliani Nurjaman pengirim sate maut di Bantul, membeli racun dari toko daring.
Dari hasil pendalaman polisi, pelaku ini memesan KCN atau kalium sianida di toko daring sebanyak 250 gram.
"250 gram harganya Rp 224.000," kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).
Wachyu menjelaskan, perempuan asal Majalengka itu bekerja di sektor swasta.
Dia berniat meracuni target bernama T lantaran sakit hati.
Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria menyampaikan kalium sianida jenis padat itu ditaburkan ke bumbu sate tersebut.
"Sebanyak apa ditaburkan kita masih dalami," kata Burkan
Menurut dia, kemungkinan sianida itu dijual bebas.
Sebab, faktanya Nani menemukan di dagang-el.
"Kalau menurut saya bebas faktanya dia bisa jual beli online kok," kata dia.

Posting Komentar untuk "Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Racun Sianida Bertindak, 'Cinta Kadang-kadang Tak Ada Logika'"